Jangan Bunyikan Klakson Berlebihan!

Rasoolway.com – Klakson merupakan alat komunikasi antar kendaraan yang berada di jalanan. Maka dari itu, klakson juga menjadi salah satu syarat kelayakan sebuah kendaraan untuk dikendarai.

Suara dari klakson ternyata juga diatur dalam sebuah peraturan pemerintah. Namun, mayoritas kendaraan yang dipasarkan di Indonesia dari pabrikan otomotif sudah memenuhi kelayakan pakai, termasuk yang berhubungan dengan klakson.

Terkait dengan penggunaan klakson dalam berkendara, berdasarkan dengan postingan dari akun resmi Kementerian Perhubungan dalam sebuah media sosial, menyarankan supaya kita sebaiknya membunyikan klakson kendaraan secara bijak saat berkendara. Maksudnya, jangan ‘lebay’ dalam membunyikan klakson. Hal ini dikarenakan karena membunyikan klakson secara berlebihan akan membuat mengganggu konsentrasi pengendara lain, bahkan sampai menyulut emosi pengendara lain.

“Penggunaan klakson yang berlebihan justru akan mengganggu pengendara lain. Bahkan, bisa membahayakan apabila dibunyikan serampangan. Perangkat elektromekanik yang melekat pada tiap kendaraan itu sudah selayaknya difungsikan secara bijak, sebagai piranti pengingat kewaspadaan sekaligus alat komunikasi antar pengendara,” tulis akun Instagram itu dalam keterangan fotonya.

Seperti yang di tuliskan dalam PP No. 55 Tahun 2012, bahwa ada batas kebisingan ketika kita membunyikan klakson kendaraan di jalanan umum.

“Suara klakson paling rendah 83 (delapan puluh tiga) desibel (A) dan paling tinggi 118 desibel (A),” bunyi peraturan Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 Pasal 69.

“Mari gunakan klakson sesuai kebutuhan, demi menciptakan jalan raya yang ramah bagi semua penggunanya,” ajak akun tersebut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *