Tanggapan Guru Besar UI Soal Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia

Rasoolway.com – Seperti yang kita tahu, bahwa Pemerintah Indonesia saat ini nampaknya ingin segera mengantarkan indonesia menuju era mobil listrik. Salah satu tujuan diberlakukannya hal tersebut ialah supaya dapat mengurangi tingkat polusi udara di Indonesia.

Namun, tentunya proses hijrah dari kendaraan dengan bahan bakar konvensional menuju kendaraan ramah lingkungan di Indonesia tentunya dilakukan dengan cara bertahap. Hal ini tentunya dikarenakan infrastruktur terkait kendaraan rendah emisi yang belum terlalu memadai.

“Maka itu, sekarang yang harus dijalankan di tengah dulu. Seperti hibrida, baru ke listrik,” kata Guru Besar Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Bambang Sugiarto di Singapura, Jumat 9 Maret 2018.

Terlepas dari hal tersebut, menurutnya masih perlu waktu yang sangat lama supaya semua kendaraan di Indonesia merupakan kendaraan ramah lingkungan.

“Ini kan masalah kesiapan, mulai dari infrastruktur dan regulasinya. Untuk 10 tahun ini (mobil bermesin konvensional) langsung hilang, enggak deh. Perasaan saya menyatakan, 30-40 tahun lagi, selama semuanya siap,” ujarnya.

Pria tersebut sebenarnya menganggap bahwa kendaraaan kendaraan keluaran terbaru yang saat ini telah beredar di negeri ini cukup dapat menekan gas buang. Namun, demi mengikuti kemajuan zaman, tentunya kendaraan ramah lingkungan harus terus dikembangkan.

“Masih banyak ruang untuk pengembangan, masih sangat banyak. Dan percaya lah, manusia makin lama makin efisien,” kata pria yang menjadi dosen pembimbing Tim Sadewa dari Universitas Indonesia di ajang Shell Eco-marathon Asia 2018 tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *