Tips Untuk Motor Yang Sudah Pakai Sistem Injeksi

Rasoolway.com – Tak lagi menggunakan karburator, kebanyakan kendaraan sepeda motor saat ini telah menggunakan sistem injeksi sebagai penggantinya. Hal ini dikarenakan, penggunaan sistem injeksi diklaim memberikan keuntungan lebih, yakni lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar. Selain itu, penggunaan sistem injeksi juga dinilai akan membuat kendaraan tak membutuhkan perawatan yang rumit.

Tetapi, penggunaan sistem injeksi juga ada kalanya mengalami gangguan. Hal-hal yang yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem injeksi antara lain adalah salah dalam menggunakan BBM. Jika hal tersebut terjadi, injektor bisa saja mengalami kerusakan.

Untuk itu, dari pabrikan biasnya untuk kendaraan yang menggunakan sistem injeksi akan menyarankan supaya produknya menggunakan BBM yang memiliki RON 90 atau 92. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh teknisi dari Yamaha, yakni Arif.

“Biasanya kalau sudah kotor, pasti tarikan motor ‘endet-endetan’ soalnya injektor fungsinya nyemprotin bensin, kalau ada kerak pasti tidak sempurna semprotan injektor,” ujarnya.

Pria tersebut juga menyampaikan bahwa untuk kendaraan yang ssudah memakai sistem injeksi, sangat disarankan untuk dilakukan servis pada sistem injeksi-nya, setiap kendaraan tersebut menempuh jarak 10 ribu KM.

Untuk masalah biayanya, menurutnya hal ini disesuaikan dengan kendaraan tersebut sendiri.

“Tergantung motor, kalau matik seperti Mio atau NMax Rp60 ribu, dan itu pakai cairan khusus yang disemprot lewat throttle body, setelah lepas filter udaranya,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *