Inilah Contoh Sisi Negatif Dari Pengembangan Kendaraan Listrik


Rasoolway.com – Mungkin sebagian orang memandang pengembangan dari kendaraan listrik dari segi keuntungannya saja. Padahal, dengan berkembangnya kendaraan listrik juga menimbulkan sebuah dampak negatif. Apakah dampak negatif tersebut?

Yups, dengan semakin berkembang dan populernya kendaraan listrik tentunya akan menyebabkan banyak orang yang bekerja di pabrik pembuatan kendaraan konvensional menjadi kehilangan pekerjaannya.

“Transformasi ini, oleh pemerintah harus diperhatikan supaya tidak terjadi nanti pada saat peralihan, terus terjadi beberapa puluh atau bahkan beberapa ribu karyawan tidak mendapatkan kerja lagi,” ujar Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Otomotif (IATO) Indonesia Gunadi Sindhuwinata.

Pria yang juga sempat menjadi ketua AISI ini juga menambahkan bahwa padaumumnya kendaraan listrik memiliki komponen yang jaul lebih sedikit dibandingkan dengan kendaraan konvensional.

“Coba anda bayangkan, komponen yang dipakai di kendaraan bermotor konvensional jika dibandingkan dengan kedaraan listrik akan jauh lebih sedikit. Ini tentunya kan mengurangi kepentingan untuk mengurangi komponen konvensional tersebut,” tutur Gunadi.

Tapi, terlepas dari semua itu, masih ada kemungkinan untuk meminimalisir orang kehilangan pekerjaannya yakni dengan mempekerjakan orang yang sebelumnya bekerja di pabrik kendaraan konvensional ke pabrik yang berhubvungan dengaan kendaraan listrik.

“Transformasi dari karakter profesi yang lama menjadi yang baru, karena kehadiran kendaraan bermotor listrik tadi membuat pekerjaan akan berkurang, dan sebagainya. Tapi kemudian, timbul pekerjaan baru. Timbul kompetisi yang ditimbulkan lainnya. Jadi memang ada transformasinya,” terang Gunadi.

“Jadi memang pemerintah harus memperhatikan masalah transformasi ini, agar mereka (karyawan) tidak ada yang menganggur,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *