Kelas 250 cc IRS Berlangsung Sangat Ketat

Rasoolway.com – Perhelatan turnamen Indospeed Race Series (IRS) kelas sport 250 cc yang diadakan di sirkuit Sentul menyajikan pertandingan yang sangat sengit diantara para pebalap. Dalam laga yang ddi gelar pada hari minggu lalu, para pebalap seakan bekerja mati-matian demi mendapat podium pertama. Hal tersebut terbukti dengan mereka yang selalu susul menyusul posisi dalam balapan.

“Seru balapannya, dari awal lap sampai terakhir tekanan silih berganti datang dari para pebalap yang berada di belakang saya. Tidak ada pebalap yang berhasil untuk melarikan diri dari rombongannya, ini bukti bahwa saat ini kelas sport 250 cc sedang kompetitif,” ungkap A.M Fadli pebalap tim Kawasaki KYT Manual Tech.

Diantara tiga pabrikan motor terlihat memiliki kemampuan yang seimbang antara mesin Honda CBR250RR, Kawasaki Ninja 250 FI, dan Yamaha YZF R25. Sebenarnya, pihak dari IRS mempersilakan para tim mekanik untuk membuat kendaraan mereka lebih cepat.

“Ya plus minus lah, misalnya sebut saja merek motor A unggul suatu bagian, tapi punya kekurangan di bagian lain. Begitu juga motor B dan C. Hal itu yang membuat jalannya balapan menjadi lebih seru,” ujar Galang Hendra Pratama (WR Super Battery Yamaha KYT TJM Racetech).

Para peserta yang mengikuti kelas tersebut memang merupakan pembalap yang terbaik di negeri kita, bahkan banyak diantara mereka yang pernah merasakan dunia balap Internasional. Tak heran pertarungn diantara para pebalap terbaik tersebut berjalan sangat seru.

“Pebalap yang bertarung di rombongan depan itu, pebalap yang juga bertarung di Asia Road Racing Championship kelas AP 250. Ya sekarang itulah balapan di kelas 250 cc, ketat. Baik di Asia maupun Nasional,” beber Rey Ratukore.

Karena sangat ketat, kehati-hatian, fokus, serta kematangan skill perlu di miliki supaya mampu menyelesaikan pertandingan dengan hasil baik. Karena apa? jika melakukan kesalahan karena tidak  menerapkan tiga hal tersebut, hasilnya akan fatal. Bahkan bisa jadi pembalap jatuh dan tertinggal dari lawan-lawannya.

“Seperti tidak diberi kesempatan untuk nafas, sengitnya pertarungan membuat pebalap harus tetap fokus dan tidak berbuat salah. Hal itu tidak mudah, apalagi jika motor ada memiliki kekurangan. Makanya jangan melakukan kesalahan, karena salah sedikit aja, kalau tidak jatuh ya tertinggal lawan,” terang Rheza Danica (Astra Honda Racing Team).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *