Toyota Prediksi di 2018, Pasar Otomotif Alami Penurunan

Rasoolway.com – Masyarakat Indonesia pada era sekarang dinilai lebih suka menyimpan uangnya dibandingkan untuk membelanjakannya. Tentunya hal ini menjadi masalah sendiri terutama dimata pengusaha industri. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Fransiskus Soerjopranoto, selaku Executive General Manager PT. Toyota Astra Motor (TAM).

Berkaitan dengan hal ini, mereka memprediksikan bahwa di tahun depan pasar otomotif tanah air akan mengalami penurunan sekitar 4% hingga 5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi sendiri diprediksi akan mengalami kenaikan sebanyak 5,3-5,4%

“Kalau kita lihat sekarang produsen otomotif sih sedang wait and see. Jadi semenjak keluar kebijakan tentang tax amnesti sebenarnya orang masih mau melihat apakah pemerintah konsisten. Lalu yang kedua, apakah kondisi keamanan akan stabil. Kalau stabil, orang akan spending, kalau gak orang akan nyimpen terus nih (dananya). Jadi banyak isu negatif yang mempengaruhi industri dan perilaku konsumen, sehingga ia masih berjaga-jaga untuk mengeluarkan dananya,” paparnya kepada wartawan di Jakarta.

Bukan cuma itu, saat ini ia juga menilai bahwa banyak pemberi layanan kredit mobil yang memperketat aturannya dikarena ssemakin kesana marak sekali terjadinya kredit macet. Selain itu, ada juga hal-hal lain yang akhirnya membuat pasar otomotif alami penurunan.

“Kita kan ingin market tumbuh selalu dan kita lihat semua makro indikator gak ada yang jelek (pertengahan sampai menjelang akhir tahun). Intrest rate juga bagus, turun terus. GDP juga bagus. Bahan komoditas juga seperti itu. Infrastruktur? tahun depan akan baik. Tapi kok industri kelihatannya semua turun, semuanya. Itulah yang sedang kita lakukan studi,” tambah Soerjo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *